SEJARAH VALENTINE DAY                            

Di zaman romawi kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang Dewa.

Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba yang menyentuh siapapun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian dimasa Romawi kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, dimana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk Dewi Cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata.

Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis didalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilahkan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya keluar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi objek hiburan sang pemuda yang memilihnya.

Keesokan harinya, 15 Februari, mereka pergi ke kuil untk meminta perlindungan kepada Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang, para perempuan itu berebutan untuk bisa mendapatkan lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapatkan lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara panganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama Paus atau Pastor. Diantara pendukungnya adalah Kaisar Kontantine dan Paus Gregory I.

Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacar Romawi kuno ini menjadi hari perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.

Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada tanggal 14 Februari. Seorang diantaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun inipun tidak ada kejelasan yang detail siapa sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Cladius II yang memerintahkan kerajaan Roma perang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa Almasih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang simpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi ke dua menceritakan, Kaisar Cladius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat di medan peperangan dari pada orang-orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M.

TRADISI KIRIM KARTU

Selain itu, tradisi kirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan Santo Valentine. Pada tahun 1415 M, ketika Duke of Orleans di penjara di Tower of London. Pada perayaan hari Gereja mengenang St. Valentine tanggal 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis.

Oleh Geoffrey Chaucer, penyair Inggris, peristiwa itu dikaitkan dengan musim kawin burung-burung dalam puisinya. Lantas, bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” yang sampai sekarang saja masih terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakannya langsung oleh pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata “Valentine” berasal dari bahasa latin yang mempunyai persamaan dengan arti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini sebenarnya pada zaman Romawi kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, Tuhannya orang Romawi.

Disadari atau Tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang lain atau pasangannya menjadi “To Be My Valentine?”, maka dengan hal itu sesungguhnya kita telah ternga-terangan melakukan sesuatu yang telah dimurkai Tuhan, istilah Sweiger, karena meminta seseorangmenjadi “Sang Maha Kuasa” dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali budaya menghidupkan pemujaan kepada berhala.

Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi atau lelaki rupawan setengah telanjang yang bersayap dengan panag adalah putera Nimrod “the hunter” dewa matahari. Disebut tuhan cinta, karena ia begitu rupawan sehingga diburu banyak perempuan, bahka dikisahkan ibu kandungnyapun tertarik sehingga melakukan incest dengan anak kandungnya itu!

Silang sengketa siapa sesungguhnya Santo Valentine itu sendiri juga terjadi didalam Gereja Katolik sendiri. Menurut Gereja Katolik seperti yang ditulis dalam The Chatolic Encyclopedia (1908), nama Santo Valentinus paling tidak merujuk pada tiga matahari atau santo (orang suci) yang berbeda, yakni: seorang pastur di Roma, seorang uskup Intermana (modern terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi antara ketiga matahari ini dengan Valentine juga tidak jelas.

Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496 menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui secara pasti mengenai matahari-matahari ini, walau demikian Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus.

Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk menandingi hari raya Lupercelia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Sia-sia kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, didevinisikan sebagai jenazah St. Valentinus. Jenazah kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke Gereja Whiterfriar Stree Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.

Banyak wistawan sekarang yang berziarah ke Gereja ini pada hari Valentine, dimana peti emas diarak dalam sebuah prosesi Khusuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi didalam Gereja. Pada hari itu, sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 dengan alasan sebagai bagian dari usaha gereja yang lebih luas untuk menghapus Santo dan Santa yang asal mulanya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya berdasarkan mitos atau legenda. Namun walaupun demikian, misi ini sampai sekarang masih dirayakan oleh kelompok-kelompok gereja tertentu.

 

 

PERIHAL SILATURAHMI

Kata silaturahmi ini bermula dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata, yaitu Silat dan Rahim, masing-masing berarti:

  • Silat adalah perhubugan, pertalian dan juga dapat diartikan pemberian, sebab ini berasal dari kata kerja: WASSHALA, YASHILU, HUSWULAN, WAWUSHLTAN, WASHILATAN maknanya “ sampai, datang, diterima dan hubungan”.
  • Rahim, yaitu kasihan, belas, kerabat dan diartikan juga “kandungan dalam perut ibu buat bayi atau tempat anak didalam perut ibu.

Jika dua kata tersebut kita satukan maknanya maka dapat diartikan menurut bahasa adalah hubungan kerabat, persaudaraan dan kasih sayang. Sedangkan menurut istilah: “melakukan hubungan baik kepada karib kerabat dan menyelesaikan segala rupa yang mereka butuhkan”.

Secara singkat silaturahmi ini adalah “Menghubungi kerabat dan berbuat baik kepadanya, baik berupa perbuatan maupun berupa ucapan”.

MACAM-MACAM SILATURAHMI

Silaturahmi ada dua macam, yaitu:

v    Silaturahmi Umum, yaitu semua orang yang seagama dari suku mana saja adalah wajib dihubungi oleh kita selagi ada jalan, dikasihani, dibantu dan berbuat adil kepadanya. Bahkan yang termasuk silaturahmi umum ini adalah menghubungi semua manusia, Nabi Saw bersabda yang artinya:

 “ tidaklah kamu dipandang beriman hingga kamu mengasihani. Para sahabat berkata: ya Rosululloh saw semua kami rahim (mempunyai kasih sayang) mendengar ucapan itu Nabi Saw bersabda: Saya tidak menghendaki kasih sayang kamu sahabatnya dan yang saya kehendaki kasih sayang kamu umum manusia”. (HR. Thabrani).

v    Silaturahmi Khusu, yaitu menghubungi semua orang yang mempunyai ikatan keluarga dan tali family, dengan jalan meminta maaf bila ada kesalahan dan sebaliknya memaafkan bila mereka yang mempunyainya.

Sesungguhnya memberi bantuan berupa harta, tenaga dan fikiran guna mengatasi kesulitan mereka, dan bagian dari salah satu silaturahmi. Disamping itu menghadapinya dengan kejernihan muka dan senan tiasa berdu’a. Ringkasnya kita menyampaikan segala macam yang menimbulkan kemelaratan kepada kerabat yang dihubunginya.

Tentang silaturahmi ini benar-benar menjadi perhatian bahkan Rosul pun diancam tidak akan masuk surga bagi orang yang tidak mau bersilaturahmi, sebagaimana sabdanya:

“Hadits diterima dari Ukailli dari Ibni Syihab, Bahwa Muhammad Bin Jubair bin Mut’im berkata: bahwasannya Jubair bin Mut’im telah mengkabarkannya, bahwa ia telah mendengar Rosululloh berkata: tidak akan masuk syurga orang yang memutuskan silaturahmi”.(HR. Bukhori, pada sahihnya jilid 4 hal. 49).

Namun sebaliknya bagi orang yang suka silaturahmi, selain akan dibentangkan rizkinya, juga akan dipanjangkan umurnya. Oleh karena itu bersilaturahmilah menurut kemampuan yang ada, yaitu dapat secara langsung bertatap muka maupun hanya melalui surat atau telepon.

Bahkan berkunjung saja dalam rangka silaturahmi hendaknya mengucapkan salam bila mau memasuki rumah, sebagai aman firman Alloh dalam surat Annur : 61


61. tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, Makan (bersama-sama mereka) dirumah kamu sendiri atau dirumah bapak-bapakmu, dirumah ibu-ibumu, dirumah saudara- saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, dirumah saudara bapakmu yang laki-laki, dirumah saudara bapakmu yang perempuan, dirumah saudara ibumu yang laki-laki, dirumah saudara ibumu yang perempuan, dirumah yang kamu miliki kuncinya[1051] atau dirumah kawan-kawanmu. tidak ada halangan bagi kamu Makan bersama-sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya.

 

[1051] Maksudnya: rumah yang diserahkan kepadamu mengurusnya.

 

Karena itu kita sebagai orang muslim harus mengamalkannya dengan sebaik-baiknya yang sesuai dengan ketentuan syari’at islam.

ORANG-ORANG YANG DIHUBUNGI

            Dalam bersilaturahmi ini mungkin tidak semua orang dihubungi, sebab keterbatasan waktu, tenaga dan fasilitas yang menjaganya, disamping ada urusan-urusan yang lain, yang harus mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, orang-orang yang dihubungi terlebih dahulu diantaranya:

  1. Kedua orang tua dan orang –orang kedua asal orang tua, dan seterusnya; yaitu ayah, ibu, Kakek, nenek dan seterusnya.
  2. Orang-orang yang berasal dari kita dan seterusnya kebawah; yaitu anak, cucu, cicit, dst
  3. Orang-orang yang berasal dari kedua orang tua kita; yaitu saudara laki-laki dan saudara perempuan.
  4. Orang-orang yang berasal dari kakek dan nenek kita; yaitu paman, bibi dsb.
  5. Orang-orang islam yang tidak mempunyai ikatan keluarga, mulai dari yang terdekat sampai yang terjauh.

Itulah urutan orang-orang yang perlu kita hubungidalam rangka bersilaturahmi, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw yang artinya:

hadits diterima dari Abi Hurairoh ra. Berkata: Para sahabat berkata:’hai Rosululloh siapakah yang lebih baik dihubungi? ‘Rosululloh saw menjawab ‘Ibumu’ kemudian siapa? Rosululloh saw menjawab ‘Ibumu’ kemudian siapa? ‘Rosululloh menjawab ‘Bapakmu’, kemudian siapa? ‘Rosululloh Saw bersabdaOrang yang dekat yang ada hubungan kerabat, kemudian berikutnya orang yang dekat karena ada sebab”. (HR. Ibnu Majah)

HAK-HAK KERABAT

            Kerabat yang dihubungi, baik yang dekat maupun yang jauh tentu mempunyai hak yang harus dipenuhinya. Hak-hak kerabat itu bila disimpulkan ada 8 macam, diantaranya:

  1. Membantu kebutuhan yang berhubungan dengan harta benda, yaitu supaya terlepas dari himpitan kemiskinan dan terangkat dari kesengsaraan, Rosululloh bersabda “Perumpamaan dua orang bersaudara adalah semisal dua belah tangan yang sebelah membersihkan yang sebelah lagi”. (HR. Abu Nu’aim).
  2. Membantu dengan tenaga, yaitu menyelesaikan segala kebutuhannya dengan menyumbangkan tenaga dan fikiran.
  3. Membantu dengan ucapan, yaitu bantuan yang diberikan kepada kerabat berupa ucapan dengan ucapan yang baikdan tidak mengucapkan yang buruk.
  4. Menanyakan segala hal ihwal, menampakan kesedihan atas kesedihan, juga kegembiraan atas kegembiraan.
  5. Memaafkan segala kesalahan dan keterlanjurannya.
  6. Suka mendo’akan buat para kerabat khususnya, dan kaum muslimin pada umumnya baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia.
  7. Menepati janjinya, penuh keikhlasan dan kesediaan dengannya.
  8. Selalu tidak suka memberatkan saudara-saudaranya.

 

KEUNTUNGAN SILATURAHMI

            Sesungguhnya silaturahmi ituakan menumbuhkan kekerabatanantar sesama kerabat, kebersamaan akan melahirkan persaudaraan. Keuntungan silaturahmi itu tidak hanya itu saja, tetapi ada keuntungan yang sangat berharga bagi kita yaitu akan dimudahkan rizkinya dan akan dipanjangkan umurnya.

            FASTABIQUL KHOIROT

 

 

“Sesungguhnya di dalam jasad itu terdapat segumpal daging, juka ia baik, maka baiklah seluruh jasad itu, dan jika rusak, maka rusaklah seluruh jasad itu. Ketahuilah bahwa daging itu adalah Hati.” (HR. Ibnu Hibban)

 

  1. Syirik kepada Alloh
34. Banyak bersumpah 67. Mengumbar pandangan
  1. Kufur nikmat
35. Tidak bertawakkal 68. Salah dalam bergaul
  1. Cinta dunia
36. Berbuat fitnah 69. Berlebih-lebihan
  1. Nifak
37. Membangkang 70. Menganggap sepele
  1. Takut mati
38. Banyak bicara 71. Putus asa dari rahmat Alloh
  1. Dendam
39. Banyak makan 72. Meninggalkan orang salih
  1. Penakut
40. Malas bersesdekah 73. Banyak bergaul dengan wanita
  1. Khianat
41. Buruk sangka 74. Mencari kesalahan orang lain
  1. Ujub
42. Banyak berjanji 75. Suka membuang-buang waktu
10. Stress M43. Berfikir picik     76. Pesimis menjalani Hidup
11. Kikir 4  44. Jarang berdo’a     77. Mudah patah harapan
12. Bakhil     45. Gemar maksiat     78. Banyak bertengkar & berdebat
13. Marah     46. Kultus individu     79. Minder & tidak percaya diri
14. Cinta pujian     47. Berbuat laghun     80. Ambisius terhadap jabatan
15. Riya     48. Berbuat curang     81. Panjang angan-angan
16. Sum’ah     49. Meninggalkan jihad     82. condong kepada kekufuran
17. Tamak     50. Berpangku tangan     83. Futur (mudah putus asa)
18. Takabbur     51. Menunda taubat     84. Uzlah (mengisolir diri)
19. Murtad     52. Tidak cermat     85. Musik dan nyanyian syetan
20. Cinta buta     53. Dengki dan hasad     86. Bermukim di negeri kafir
21. Bohong     54. Ghibah     87.Memintabantuan kepada dukun
22. Keras hati     55. Mengadu domba     88. Senang dalam kesusahan orang lain
23. Lalai     56. Sedih dalam kesenangan orang lain     89. Merasa aman dari tipu daya Alloh
24. Iri     57. Penting dalam menampilkan penampilan lahiriah     90. Terlalu sensitif yang tidak pada tempatnya
25. Dzalim     58. Meninggalkan majlis dzikir     91. Tergantung pada orang lain
26. Meminta-minta     59. Mengikuti nafsu     92. Meninggalkan jama’ah
27. Broken home     60. Gengsi yang tidak provesional     93. Mengungkit-ngungkit pemberian
28. Taklid Buta     61. Berlambat-lambat dalam beramal soleh     94. Menuntut ilmu agama untuk mencari dunia
29. Suka Menipu     62. Malas mempelajari kitabulloh     95. Ulama yang mendatangi penguasa
30. Berbuat bid’ah     63. Tidak memiliki rasa cemburu     96. Condong kepada kekufuran
31. Keluh kesah     64. Gersang spiritual     97. Berwali kepada orang kafir
32. Malas beribadah     65. Meninggalkan shalat     98. Meninggalkan dzikir dan istighfar
33. Tergesa-gesa     66. Sibuk dengan kesalahan orang lain     99. Banyak tertawa dan sedikit menangis

 

      Referensi penyakit hati : Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah, Tazkiatun Nafs : Sa’id Hawa

PENYEBAB SIKSA KUBUR

  1. Siksa kubur yang bersifat selamanya

                                                                     Dari hadist Ibnu Abbas

  1. Siksa kubur yang bersifat sementara

HAL-HAL YANG MENYEBABKAN SIKSA KUBUR

  1. Tidak membersihkan diri sesudah kencing

Hadist Ibnu Abbas yang artinya “ sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang disiksa. Sebenarnya mereka berdua disiksa bukan karena dosa besar. Salah seorang dari mereka disiksa karena tidak pernah membersihkan dirinya sehabis buang air kecil, sedang yang lain karena suka berjalan sambil menghambur hasutkan”.

  1. Berjalan sambil menghambur hasutkan / beradu domba.
  2. Menggelapkan hasil gonimah / korupsi
  3. Mengumpat / gosip HR. Ibnu Majjah
  4. Niahah / menangisi mayat, hadist dari Ibnu Ummar Soheh Muslim

HAL YANG DAPAT MENYELAMATKAN DARI SIKSA KUBUR

  1. Ta’at kepada Alloh
  2. Berjaga-jaga dijalan Alloh
  3. Mati Syahid
  4. Mati karena sakit perut
  5. Mati pada siang atau malam jum’at
  6. Membiasakan membaca surat Al-Mulk

AGAR HIDUP BERMAKNA SEBELUM MATI DIANTARANYA

  1. Bersandar hanya kepada Alloh
  2. Beramal dengan amal yang sempurna
  3. Selalu mengingat Alloh
  4. Menghias amal dengan ikhlas QS. Al-hujrot 12

MANUSIA DATANG DI AKHIRAT SECARA BERBONDONG-BONDONG

QS. Annaba: 18

Umat Nabi Muhammad saw akan datang kepada Alloh menjadi 12 kelompok

  1. Kelompok yang digiring dengan bentuk muka seperti kera / ahli memfitnah QS. Al Baqoroh 191
  2. Yang digiring bermuka seperti babi / yang suka makan barang yang haram QS. Al-Maidah 42
  3. Digiring dalam keadaan buta dan bingung / pelanggar hukum, fasik dan munafik QS. Annisa 58
  4. Digiring dalam keadaan bisu dan tuli / suka udzub, ria dan takabbur  QS. Lukman 18
  5. Yang digiring dengan nanah mengalir dari mulutnya serta lidahnya selalu berdarah / ulama yang mengingkari ucapan dan perbuatannya QS. Albaqoroh 44
  6. Digiring dalam keadaan luka parah / para ahli saksi palsu, kesaksiannya dibayar untuk memenangkan perkara
  7. Digiring berjalan menggelindingkan tubuhnya sebab tumit kakinya disangkutkan dengan kepalanya, badannya bau busuk / orang yang suka mengumbar nafsu dan memakan barang haram QS. Al-Baqoroh 86
  8. Yang digiring seperti orang mabuk tidak tentu arah / tidak suka membayar zakat, infak, dan sedekah QS. Al- Baqoroh 267
  9. Digiring dengan berpakaian dari aspal yang tebal dan mendidih / orang yang suka ghibah QS. Al-Hujrot 12
  10. Digiring dengan lidah keluar dari mulut / para pengadu domba
  11. Yang digiring dalam keadaan mabuk / orang yang suka membicarakan duniawi di mesjid tanpa maslahat buat umat QS. Al-Jin 18
  12. Yang digiring dengan wujud babi / pemakan harta riba QS. Al–Imron 130

Hal diatas diriwayatkan oleh Muaz Bin Jabbal. Dikisahkan pada suatu hari Muaz Bin Jabbal duduk didekat Nabi saw dirumah Ayub Al Anshari. Muaz bertanya ya Rosululloh apa yang dimaksud dengan ayat: Pada hari ditiupkan sangkakala dan kalian datang dalam bergolong-golongan (QS. Annaba 18) beliau menjawab: Hai Muaz kamu telah bertanya tentang sesuatu yang berat. Beliau memandang jauh seraya berkata: Ummatku akan dibangkitkan menjadi 10 golongan. Alloh memilahkan mereka dari kaum muslimin dan mengubah bentuk mereka, sebagian berbentuk monyet, sebagian berbentuk babi, sebagian berjalan terbalik dengan kaki diatas dan muka dibawah lalu diseret-seret, sebagian lagi buta merayap-rayap, sebagian lagi tuli bisu tidak berfikir, sebagian lagi menjulurkan lidahnya yang mengeluarkan cairan yang menjijikkan semua orang, sebagian lagi mempunyai kaki dan tangan yang terpotong, sebagian lagi disalibkan kepada tonggak-tonggak api, sebagian lagi punya bau yang lebih menyengat dari bangkai, sebagian lagi memakai jubah ketat yang mengoyak-ngoyakkan kulitnya.

Orang yang berbentuk monyet adalah para penyebar fitnah yang memecah belah masyarakat. Yang berbentuk babi adalah pemakan harta haram / korupsi. Yang kepalanya terbalik pemakan riba. Yang buta adalah penguasa yang dzalim. Yang buta dan yang tuli adalah orang yang takjub dengan amalnya sendiri. Yang menjulurkan lidahnya dengan sangat menjijikkan adalah para ulama atau hakim yang perbuatannya bertentangan dengan omongannya. Yang dipotong kaki dan tangannya adalah orang yang menyakiti tetangga. Yang disalibkan kepada tonggak api adalah para pembisik dan menjelekan manusia lain. Yang baunya lebih menyengat dari bangkai adalah orang yang pekerjaannya hanya mengejar kesenangan jasmani dan tidak membayarkan hak Alloh dalam hartanya. Yang dicekik oleh pakaiannya sendiri adalah orang yang sombong dan takabbur. (Tafsir Majma Albayan 10;43)

Dalam riwayat lain 12 kelompok manusia digiring kepadang mahsyar, sebelas kelompok masuk neraka, sedang 1 golongan masuk surga. Yang termasuk kedalam kelompok yang digiring masuk surga dengan wajah indah dan bersinar bagai bulan purnama, dan melintasi shyiroth seperti kilat kecepatannya yaitu mereka yang suka beramal soleh, melarang maksiat, memelihara solat 5 waktu dengan berjamaah, dan mereka mati dalam keadaan bertaubat QS. Fushilat 30

Kesimpulan:

Bentuk manusia ketika kembali kepada Alloh disesuaikan dengan amal-amal yang dilakukannya.

 

 

 

 

 

CARA DAN STRATEGI MENJAGA KESINAMBUNGAN DUNIA DAN AKHIRAT   (TIP DIRINGKAS DARI KITAB IHYA ULUMUDIN KARYA IMIM GHOZALI DAN KITAB AR-RI’AYAH LI UKUQILLAH KARYA IMAM AL-HARIST AL- MUHASIBI)

  1. Menempa diri dengan cara menjaga dan meningkatkan akhlak yang baik dan menghindari ahlak buruk
  2. Menjauhkan diri dari kemaksiatan
  3. Selalu mengenal keburukan diri sendiri dan memperbaikinya dan menjauhkan diri dari mengenal aib orang lain
  4. Tawakal dan ikhlas kepada Alloh
  5. Menunjukan tanda kebaikan ahlak: khusu solat, selalu bertaubat, beribadah dan hidup thawadhu
  6. Menyikapi dan hati-hati terkait dengan harta, pangkat, taklid buta dan kemaksiatan
  7. Menghindari banyak tidur sebagai proses pencerahan dan berlatih mematikan diri dalam kehidupan dunia
  8. Selalu memohon kepada Alloh agar terlepas dari godaan setan
  9. Selalu dzikrulloh dalam tiap kesempatan
  10. Mengepaluasi penjagaan hati dari kehendak, bisikan dan keinginan dan bermuroqobah (merasa dalam pengawasan Alloh)
  11. Menguramakan kebaikan dan amal sholeh
  12. Menjaga kedisiplinan beribadah
  13. Mengurangi sikap sombong, rasa bangga diri, keinginan selalu dipuji, dan keinginan selalu diutamakan oleh orang lain.

 

SIFAT-SIFAT KEHIDUPAN DUNIA

  1. Kehidupan dunia hanyalah permainan (QS. Al An’am 32)
  2. Kehidupan dunia merupakan perhiasan untuk bermegah-megahan, bangga-banggaan dalam banyak harta dan anak (QS. Al Hadid 20)
  3. Kehidupan dunia hanya senda gurau dan main-main (QS. Al Ankabut 64)
  4. Kehidupan dunia hanya sedikit dibandingkan akhirat (QS. Attaubah 38)
  5. Kehidupan dunia merupakan kesenangan sementara / sebentar (QS. Al Mu’min 39)
  6. Kehidupan dunia bagi orang kafir merupakan hioasan indah (QS. Al Baqoroh 212)
  7. Harta dan anak-anak merupakan perhiasan kehidupan dunia (Al Kahfi 46)

 

SUMBER DIAMBIL DARI

  1. Makna kematian menuju kehidupan abadi KH. Muhammad Solihin
  2. Al-Qur’an dan Sufisme. Muhammad Ardani
  3. Ensiklopedi kiamat dari sakaratul maut hingga surga neraka. Umar Sulaeman
  4. Mengingat kematian dan adzab kubur. Abdul Azis Bin Nasir

 

 

 

Jika ada istilah yang paling sulit didefinisikan istilah itu dinamakan dengan cinta. Dengan istilah itu semakin banyak orang yang menjadi sempit pemikirannya dan semakin tergelincir didalam tujuan hidupnya dikarnakan hanya mempunyai satu tujuan yang tidak sepele yaitu kata cinta.
Istilah ini sudah menyebar dari kalangan remaja sampai kalangan anak-anak. Dan mereka berpikiran bahwa hidup tanpa adanya jalinan hubungan sesama lawan jenis itu sudah ketinggalan zaman.
Tapi bagi kalangan anak-anak dan kalangan remaja yang masih menuntut ilmu jangan dulu mengenal dengan istilah berpacaran. Karena berbacaran akan merusak moral dan akan merusak tujuan belajar yang akhirnya pembelajaran akan sering terganggu.
Cinta tidak hanya dikenal sebagai tujuan untuk berpacaran saja, tetapi cinta adalah salah satu anugerah dari Alloh bagi umat-Nya agar saling mengasihi dan saling membantu antar sesama manusia.
Dengan adanya istilah cinta maka manusia pada umumnya akan saling tolong menolong di dalam perjalanan hidupnya. Serta manusia tidak akan bisa hudup sendiri tanpa adanya bantuan dari orang lain.
Cinta tidak terbatas cakupannya hanya pada hal-hal yang baik saja. Tetapi juga bisa terjadi pada hal-hal yang menurut pendapat sementara orang sangat remeh dan buruk karena itu, ada cinta terhadap kebenaran dan keadilan, dan cinta terhadap keindahan dan kecantikan. Tetapi ada pula cinta kepada harta kepada anak istri, kepada diri sendiri dan kepada hal-hal yang lain.
Cinta dalam kontek manapun selalu memiliki indikator yang dapat dijadikan barometer untuk mengukur tinggi dan rendahnya derajat cinta. Dibawah ini dikemukakan indikator cinta yang diberikan para ulama pendahulu kita.
Pertama, cinta selalu ditandai dengan ingatan yang selalu terpusat kepada sesuatu yang dicintai, sehingga sang pecinta sering kali menyebut-nyebutkan namanya yang dicintainya. Bahkan sebuah riwayat menyatakan “ jika seseorang mencintai sesuatu, maka akan menyebut-nyebutkan sesuatu yang dicintainya itu”. Seorang laki-laki mencintai seorang perempuan, pasti sering menyebut-nyebutkan nama perempuan yang dicintainya itu.
Kedua, cinta selalu disertai sikap menyukai apa yang disukai oleh orang yang dicintai, dan membenci apa yang dibenci oleh sang kekasih. Jika sang kekasih menyukai lantunan lagu nasyid, ia akan sering membawakan untuknya bunga melati tersebut. Sebaliknya, jika sang kekasih tidak menyukai lantunan lagu nasyid, ia pasti akan menjauh dari apa yang dia tidak suka.
Ketiga, cinta selalu dirasai dengan rasa rindu. Karena itu, seseorang yang mencintai sesuatu pasti ingin didekat sesuatu yang dicintainya tersebut. Apabila jaraknya jauh dari hal yang dicintainya itu, menyebabkan ia terkecam kerinduanya, dan jika sudah bertemu rasanya tak mau berpisah lagi.
Keempat, cemburu. Karena itu seseorang yang mencintai sesuatu tidak sudi manakala ada saudaranya yang sama mencintai apa yang dicintai oleh dia.dan ia tidak mau diduakan.
Sekarang marilah kita renungkanlah hal-hal berikut.
Sebagai seorang mukmin yang sejati, tidak ada seorangpun diantara kita yang tidak mencintai Alloh, pasti kita semua mencintai Alloh dan tahu betul apa resiko bagi orang yang tidak mencintai Alloh. Tetapi pernahkah meneliti berapa besar kadar kecintaan kita kepada-Nya? Dan, pernah pulakah kita mengevaluasi indikaktor-indikatornya?
Apabila kita benar mencintai Alloh, marilah kita ukur kadar cinta dengan indikator pertama.
Dengan indikator ini, mestinya kita selalu ingat kepada Alloh dan tidak pernah melupakan-Nya. Ingat kepada Alloh disebut juga dengan dzikir. Semakin kita mencintai Alloh, maka semakin banyak pula dzikir kita kepada-Nya. Tetapi susahnya, Alloh selalu sering terlupakan manakala kita berada didalam kegembiraan. Itulah sebabnya manusia selalu melupakan manakala berada didalam kebahagiaan, dan manakala diberi cobaan manusia sering mengingat-Nya. Itulah sifat yang selalu ada didalam diri manusia.
Indikator kedua, seharusnya kita menyukai apa yang disukai oleh Alloh, dan membenci apa yang dibenci oleh Alloh. Kita tahu bahwa Alloh suka ukhuwah sesama muslim dan membenci permusuhan, Alloh menyukai sikap membantu kepada kaum yang dhuafa. Lalu kalau kita selalu bermusuhan, saling menjegal, tidaklah itu berarti membenci apa yang disukai oleh Alloh dan mencintai apa yang dibenci-Nya?
Indikator ketiga adalah rindu. Jika indikator ini ada pada diri kita, tentunya kita akan selalu ingin bertemu dengan-Nya, ingin selalu berada disamping-nya. Alloh sangat mencintai hamba-hamba-Nya yang mukmin. Untuk itu, Dia menyediakan Diri untuk ditemui oleh kita didalam waktu yang singkat ini. Artinya kapan saja Alloh bersedia ditemui. Persoalannya adalah sudahkah kecintaan Alloh itu kepada kita dibalas oleh kita dengan kecintaan yang sepadan? Untuk sepadan, memang tidak mungkin. Tetapi setidak-tidaknya lima kali dalam sehari semalam itu harus dipertahankan dan bersegera dalam melakukannya.
Indikator yang keempat adalah cemburu. Jika kita mencintai Alloh, Allohpun mencintai kita. Dan ketika Alloh mencintai seorang mukmin, maka tingkat kecemburuannya sungguh luar biasa: Dia tidak mau diduakan. Dia ingin agar kita mencintai-Nya, dn tidak mencintai apapun selain diri-Nya. Begitu besarnya kecemburuan Alloh kepada orang mukmin, sampai-sampai menduakan diri-Nya dikatakan syirik, lalu Dia mengatakan kepada kita: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya…” (QS. An-nisa 48). Alangkah indahnya cinta Alloh kepada kita. Lantas, sudah terbalaskah cinta Alloh itu? Tidakah yang kita lakukan selama ini adalah “membalas air susu dengan air tuba”?

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Organisasi adalah suatu hal yang tidak bisa terlepas dari kehudupan kita karena manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang selalu membutuhkan pertolongan orang lain. Dengan adanya organisasi, kita dapat bersosialisasi dengan orang lain.

Namun dizaman sekarang ini, khususnya para pelajar perlumengetahui dan mengenal organisasi, karena selain akan membentuk sikap seorang pemimpin organisasi juga dapat merubah karakter seseorang, sehingga dengan mengikuti sebuah organisasi sikap kita akan berubah kearah yang lebih baik.

Maka dari itu, kita sebagai pelajar, sudah dikenalkan secara luas dan menyeluruh sebuah organisasi yang ada didalam sekolah. Organisasi didalam sekolahpun sangat banyak, tetapi organisasi yang lebih inti didalam sekolah dan menjalankan roda sekolah adalah Organisasi Intra Sekolah atau yang lebih dikenal oleh kita adalah OSIS. OSIS adalah sebuah organisasi untuk membantu menjalankan program sekolah dan juga sebagai suri tauladan bagi siswa dan siswi yang patut dicontoh didalam organisasi.

  1. Pembatasan dan Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Apa tujuan diadakannya pengurusan OSIS?
  2. Apa pengaruh mengikuti kepengurusan OSIS terhadap kepemimpinan siswa?
  3. Adakah dampak yang ditimbulkan dari mengikuti kepengurusan OSIS?
  4. Tujuan

Penulisan karya tulis ini bertujuan:

  1. Mengetahui tujuan diadakannya pengrusan OSIS;
  2. Mengetahui pengaruh mengikuti kepengurusan OSIS terhadap kepemimpinan siswa;
  3. Mengetahui dampak yang ditimbulkan dari mengikuti kepengurusan OSIS;
  4. Metode Penelitian

Penelitian ini digunakan dengan metode-metode sebagai berikut:

  1. Pustaka

Metode pustaka dilakukan dengan menela’ah, mengkaji dan meriset ke berbagai perpustakaan dan beberapa sumber buku serta beberapa pencarian disebuah situs internet yang mempunyai keterkaitan dengan tema makalah ini. Metode ini dilakukan pada hari Senin tanggal 28 Februari 2005.

  1. Observasi

Metode observasi yang dilakukan adalah melalui observasi partisipasi. Gambaran objek yang kami peroleh dari lapangan melalui observasi partisipasi adalah denagan cara mengamati kegiatan OSIS di SMP Terpadu dan mengamati sejauh mana kepemimpinan siswa didalam berorganisasi OSIS. Metode ini berlangsung dari tanggal 29 Februari s.d 10 Maret 2005.

 

 

 

  1. Wawancara

Metode wawancara dilakukan guna menambah informasi yang berkenaan dengan tema makalah ini. Metode wawancara ini dilakukan kepada narasumber yang berperan penting yaitu pembina OSIS. Metode ini dilakukan pada tanggal 11 Maret 2005.

 

BAB II

LANDASAN TEORI

  1. Pengertian kepengurusan, OSIS, dan Kepemimpinan
  2. Kepengurusan

     Kepengurusan adalah seluk beluk yang berhubungan dengan tugas pengurus (Adiwirmata, S,Sri,Drs. 1984. KBBI. Jakarta: Balai Pustaka)

  1. OSIS

OSIS adalah Organisasi Intra Sekolah. Masing-masing kata mempunyai pengertian:

  1. Organisasi

Secara umum organisasi adalah kelompok kerja sama antara pribadi yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi dalam hal ini dimaksudkan sebagai  satuan atau kelompok kerja sama para siswa yang dibentuk untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan.

  1. Siswa

Siswa adalah peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah.

  1. Intra

Intra berarti terletak didalam. Sehingga OSIS merupakan suatu organisasi siswa yang ada didalam sekolah yang bersangkutan.

  1. Sekolah

Sekolah adalah suatu pendidikan tempat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar.

  1. Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah memegang tangan seseorang sambil berjalan untuk membimbing.

  1. Sejarah Pembentukan OSIS

            Sebelum lahirnya OSIS, disekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA terdapat organisasi siwa yang berbagai macam coraknya. Ada organisasi siswa yang hanya dibentuk intern sekolah, dan ada organisasi siswa yang dibentuk oleh siswa diluar sekolah. Sebagian ada yang mengarah kepada hal yang bersifat politis, sehingga kegiatan organisasi siswa tersebut dikendalikan diluar sekolah.

            Sebagian akibat dari keadaan diatas timbulah loyalitas ganda, disuatu pihak harus melaksanakan peraturan yang dibuat oleh kepala sekolah, sedangkan dipihak lain harus tunduk pada organisasi siswa yang dikendalikan diluar sekolah.

            Dalam keadaan yang demikian itu dapat dibayangkan berapa macam ragam organisasi siswa yang tumbuh dan berkembang pada saat itu, dan bukan tidak mungkin organisasi tersebut dapat dimanfaatkan kepada kepentingan organisasi diluar sekolah.

            Pada tahun 1997 sampai 1972, beberapa pemimpin organisasi siwa di Jakarta yang sadar akan maksud dan tujuan sekolah masing-masing, maka diberikan arahan dan pimpinan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tentang pembinaan kesiswaan.

            Oleh karena itu, pemerintah membangun wadah generasi muda di lingkungan sekolah dan diterapkan melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang perlu ditata secara terarah dan teratur. (Dr. Sungkowo M.) diposting dari situs www.wikipedia.com

  1. Fungsi OSIS 
  • Sebagai Wadah

       OSIS merupakan organisasi resmi disekolah dan sebagai wadah kegiatan para siswa di sekolah untuk mendukung terwujudnya tujuan pembinaan kesiswaan.

  • Sebagai Motovator

       Motivator adalah pendorong lahirnya keinginan dan semangat para siswa untuk berbuat dan melakukan kegiatan bersama dalam mencapai tujuan. OSIS sebagai motivator berperan untuk menggali dan mengembangkan potensi siswa yaitu minat dan bakat siswa.

  • Sebagai salah satu jalur pembinaan kesiswaan secara nasional (Mentri Pendidikan Nasional)

 

BAB III

PEMBAHASAN MASALAH

 

  1. Tujuan Diadakannya Pengurusan OSIS

            OSIS adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah, yang mana OSIS ini adalah sebagai motorik atau atau penggerak suatu kegiatan yang berada di sekolah

  1. Pengaruh Mengikuti Keoengurusan OSIS

            Pengurus adalah seluk beluk yang berhubungan dengan tugas pengurus (KBBI), dengan pernyataan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa kepengurusan adalah pengurus yang beada didalam organisasi yang memelihara sebuah organisasi untuk lebih memajukan kinerja organisasi tersebut.

            Dengan mengikuti kepengurusan OSIS, maka didalam diri siswa akan tertanam sikap untuk menjadi seorang pemimpin. Untuk menjadi seorang pemimpin tersebut yang pertama kali harus dilakukan oleh seorang siswa adalah mempunyai rasa tanggung jawab. Rasa tanggung jawab ini akan muncul apabila ada unsur paksaan. Unsur paksaan ini bersifat positif guna untuk menumbuhkan tanggung jawab didalam diri seorang siswa.

            Kalau sudah tumbuh rasa tanggung jawab dalam diri siswa, maka siswa tersebut dapat dikatakan sebagai seorang pemimpin. Karena untuk menjadi seorang pemimpin selain mempunyai sekil dan kemampuan, seorang pimimpin juga harus mempunayi rasa tanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya.

 

 

  1. Dampak yang Ditimbulkan Dari Mengikuti Kepengurusan OSIS

            Dampak yang ditimbulkan dari mengikuti kepengurusan OSIS mengarah kepada hal yang positif.

  • Akan Menambah Rasa Percaya Diri

       Pada dasarnya rasa percaya diri akan tumbuh dengan sendirinya. Akan tetapi yang harus dilakukan untuk menambah rasa kepercaya dirian adalah dengan membiasakan diri. Sikap membiasakan diri akan tumbuh didalam diri kita apabila ada unsur paksaan.

       Jika sudah membiasakan diri maka akan timbul rasa percaya diri, dan rasa percaya diri ini adalah salah satu modal utama didalam kehidupan ini.

  • Meningkatkan Rasa Kebersamaan dan Saling Tolong Menolong

       Rasa kebersamaan akan timbul manakala kita sudah saling mengenal antara satu teman dengan teman yang lainnya. Didalam organisasi ini kita bekerja satu sama lain serta saling tolong menolong guna mencapai sebuah kesuksesan bersama.

 

BAB IV

PENUTUP

 

Simpulan

  1. Tujuan diadakannya kepengurusan OSIS adalah untuk mengorganisir atau untuk menjalankan suatu kegiatan yang ada di sekolah.
  2. Kepengurusan OSIS sangat berpengaruh kepada kepemimpinan siswa karena untuk membentuk sikap tanggung jawab dan sikap kepemimpinan siswa.
  3. Dampak dari mengikuti kepengurusan OSIS mengarah kepada dampak Positif .
  • Akan Menambah Rasa Percaya Diri
  • Meningkatkan Rasa Kebersamaan dan Saling Tolong Menolong

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Adiwirmata, S,Sri,Drs. 1984. KBBI. Jakarta: Balai Pustaka

http//www.sosiohumanika-jpsck.com

www.wikipedia.com

 

 

 

 

 

Aku menunggumu

Dikala kau menjauh

Aku gembira

Dikala kau senang

Aku sedih

Dikala kau menangis

Kaulah pujaan hatiku

Kaulah impian hatiku

Kaulah idaman hatiku

Kaulah penyejuk hatiku

Kemanapun kau pergi

Aku selalu di sisimu

Dimanapun kau berada

Aku selalu dilubuk hatimu

Oh kasihku

Betapa bahagianya hatiku

Karena memilikimu

Dengan sepenuh hati

Demi cinta nan kasih sayang

 

karya “Hamba Alloh”