perihal silaturahmi

PERIHAL SILATURAHMI

Kata silaturahmi ini bermula dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata, yaitu Silat dan Rahim, masing-masing berarti:

  • Silat adalah perhubugan, pertalian dan juga dapat diartikan pemberian, sebab ini berasal dari kata kerja: WASSHALA, YASHILU, HUSWULAN, WAWUSHLTAN, WASHILATAN maknanya “ sampai, datang, diterima dan hubungan”.
  • Rahim, yaitu kasihan, belas, kerabat dan diartikan juga “kandungan dalam perut ibu buat bayi atau tempat anak didalam perut ibu.

Jika dua kata tersebut kita satukan maknanya maka dapat diartikan menurut bahasa adalah hubungan kerabat, persaudaraan dan kasih sayang. Sedangkan menurut istilah: “melakukan hubungan baik kepada karib kerabat dan menyelesaikan segala rupa yang mereka butuhkan”.

Secara singkat silaturahmi ini adalah “Menghubungi kerabat dan berbuat baik kepadanya, baik berupa perbuatan maupun berupa ucapan”.

MACAM-MACAM SILATURAHMI

Silaturahmi ada dua macam, yaitu:

v    Silaturahmi Umum, yaitu semua orang yang seagama dari suku mana saja adalah wajib dihubungi oleh kita selagi ada jalan, dikasihani, dibantu dan berbuat adil kepadanya. Bahkan yang termasuk silaturahmi umum ini adalah menghubungi semua manusia, Nabi Saw bersabda yang artinya:

 “ tidaklah kamu dipandang beriman hingga kamu mengasihani. Para sahabat berkata: ya Rosululloh saw semua kami rahim (mempunyai kasih sayang) mendengar ucapan itu Nabi Saw bersabda: Saya tidak menghendaki kasih sayang kamu sahabatnya dan yang saya kehendaki kasih sayang kamu umum manusia”. (HR. Thabrani).

v    Silaturahmi Khusu, yaitu menghubungi semua orang yang mempunyai ikatan keluarga dan tali family, dengan jalan meminta maaf bila ada kesalahan dan sebaliknya memaafkan bila mereka yang mempunyainya.

Sesungguhnya memberi bantuan berupa harta, tenaga dan fikiran guna mengatasi kesulitan mereka, dan bagian dari salah satu silaturahmi. Disamping itu menghadapinya dengan kejernihan muka dan senan tiasa berdu’a. Ringkasnya kita menyampaikan segala macam yang menimbulkan kemelaratan kepada kerabat yang dihubunginya.

Tentang silaturahmi ini benar-benar menjadi perhatian bahkan Rosul pun diancam tidak akan masuk surga bagi orang yang tidak mau bersilaturahmi, sebagaimana sabdanya:

“Hadits diterima dari Ukailli dari Ibni Syihab, Bahwa Muhammad Bin Jubair bin Mut’im berkata: bahwasannya Jubair bin Mut’im telah mengkabarkannya, bahwa ia telah mendengar Rosululloh berkata: tidak akan masuk syurga orang yang memutuskan silaturahmi”.(HR. Bukhori, pada sahihnya jilid 4 hal. 49).

Namun sebaliknya bagi orang yang suka silaturahmi, selain akan dibentangkan rizkinya, juga akan dipanjangkan umurnya. Oleh karena itu bersilaturahmilah menurut kemampuan yang ada, yaitu dapat secara langsung bertatap muka maupun hanya melalui surat atau telepon.

Bahkan berkunjung saja dalam rangka silaturahmi hendaknya mengucapkan salam bila mau memasuki rumah, sebagai aman firman Alloh dalam surat Annur : 61


61. tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, Makan (bersama-sama mereka) dirumah kamu sendiri atau dirumah bapak-bapakmu, dirumah ibu-ibumu, dirumah saudara- saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, dirumah saudara bapakmu yang laki-laki, dirumah saudara bapakmu yang perempuan, dirumah saudara ibumu yang laki-laki, dirumah saudara ibumu yang perempuan, dirumah yang kamu miliki kuncinya[1051] atau dirumah kawan-kawanmu. tidak ada halangan bagi kamu Makan bersama-sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya.

 

[1051] Maksudnya: rumah yang diserahkan kepadamu mengurusnya.

 

Karena itu kita sebagai orang muslim harus mengamalkannya dengan sebaik-baiknya yang sesuai dengan ketentuan syari’at islam.

ORANG-ORANG YANG DIHUBUNGI

            Dalam bersilaturahmi ini mungkin tidak semua orang dihubungi, sebab keterbatasan waktu, tenaga dan fasilitas yang menjaganya, disamping ada urusan-urusan yang lain, yang harus mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, orang-orang yang dihubungi terlebih dahulu diantaranya:

  1. Kedua orang tua dan orang –orang kedua asal orang tua, dan seterusnya; yaitu ayah, ibu, Kakek, nenek dan seterusnya.
  2. Orang-orang yang berasal dari kita dan seterusnya kebawah; yaitu anak, cucu, cicit, dst
  3. Orang-orang yang berasal dari kedua orang tua kita; yaitu saudara laki-laki dan saudara perempuan.
  4. Orang-orang yang berasal dari kakek dan nenek kita; yaitu paman, bibi dsb.
  5. Orang-orang islam yang tidak mempunyai ikatan keluarga, mulai dari yang terdekat sampai yang terjauh.

Itulah urutan orang-orang yang perlu kita hubungidalam rangka bersilaturahmi, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw yang artinya:

hadits diterima dari Abi Hurairoh ra. Berkata: Para sahabat berkata:’hai Rosululloh siapakah yang lebih baik dihubungi? ‘Rosululloh saw menjawab ‘Ibumu’ kemudian siapa? Rosululloh saw menjawab ‘Ibumu’ kemudian siapa? ‘Rosululloh menjawab ‘Bapakmu’, kemudian siapa? ‘Rosululloh Saw bersabdaOrang yang dekat yang ada hubungan kerabat, kemudian berikutnya orang yang dekat karena ada sebab”. (HR. Ibnu Majah)

HAK-HAK KERABAT

            Kerabat yang dihubungi, baik yang dekat maupun yang jauh tentu mempunyai hak yang harus dipenuhinya. Hak-hak kerabat itu bila disimpulkan ada 8 macam, diantaranya:

  1. Membantu kebutuhan yang berhubungan dengan harta benda, yaitu supaya terlepas dari himpitan kemiskinan dan terangkat dari kesengsaraan, Rosululloh bersabda “Perumpamaan dua orang bersaudara adalah semisal dua belah tangan yang sebelah membersihkan yang sebelah lagi”. (HR. Abu Nu’aim).
  2. Membantu dengan tenaga, yaitu menyelesaikan segala kebutuhannya dengan menyumbangkan tenaga dan fikiran.
  3. Membantu dengan ucapan, yaitu bantuan yang diberikan kepada kerabat berupa ucapan dengan ucapan yang baikdan tidak mengucapkan yang buruk.
  4. Menanyakan segala hal ihwal, menampakan kesedihan atas kesedihan, juga kegembiraan atas kegembiraan.
  5. Memaafkan segala kesalahan dan keterlanjurannya.
  6. Suka mendo’akan buat para kerabat khususnya, dan kaum muslimin pada umumnya baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia.
  7. Menepati janjinya, penuh keikhlasan dan kesediaan dengannya.
  8. Selalu tidak suka memberatkan saudara-saudaranya.

 

KEUNTUNGAN SILATURAHMI

            Sesungguhnya silaturahmi ituakan menumbuhkan kekerabatanantar sesama kerabat, kebersamaan akan melahirkan persaudaraan. Keuntungan silaturahmi itu tidak hanya itu saja, tetapi ada keuntungan yang sangat berharga bagi kita yaitu akan dimudahkan rizkinya dan akan dipanjangkan umurnya.

            FASTABIQUL KHOIROT

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: